A. PENGERTIANIslam secara Bahasa (Arab: al-islām, الإسلام "berserah diri kepada Tuhan")
Islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah.
Islam memiliki arti "penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh). Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan", atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan.
Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.
islam Secara Itilah.
AL-ISLAMU HUWA ISTIMLAMU LILLAHI BI TAUHIIDI WAL INQIYADU LAHU BI TO'ATI WAL-BARO'ATU MINA SYIRKI WA AHLIHI
“Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan tauhid, tunduk kepada-Nya dengan ketaatan dan berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya.”
[HR. Muslim bi syarah an-Nawawi, (Kairo : al-Ma¯ba’ah al-Mi¡riyah, T.th), hlm.2]
1. Al istislamu lillahi bit tauhid, = Berserah diri kepada Allah dengan cara hanya beribadah kepada-Nya dan tidak kepada selain-Nya.
Artinya kita benar-benar melakukan
peribadatan dan segala bentuk penghambaan hanya kepada Allah Ta’ala.
“Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
2. Wal inqiyaadu lahu bit too’ah = Tunduk kepada-Nya dengan penuh kepatuhan pada segala perintah-Nya.
Artinya, seorang muslim menundukkan segala bentuk ketaatan kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Mungkin kita tidak sadar, bahwa selama ini kita belum taat kepada Allah Ta’ala dan Rasulullah sebagaimana yang diperintahkan oleh syari’at. Bahkan kita terjatuh pada perilaku orang-orang jahiliyyah yang lebih mengedepankan ketaatan kepada tetua yang jika ditelusuri ternyata tidak mengajarkan hal-hal yang sesuai dengan syari’at-Nya.
“Apabila dikatakan kepada mereka: Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.” Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” (QS. Al- Maaidah: 104)
3. Wal barooatu minasyirki wa ahlihi = Berlepas diri dari syirik dan pelakunya.
Artinya, Jika seseorang berserah diri hanya kepada Allah Ta’ala dan tidak kepada yang lain, maka ia akan berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya. Karena sungguh sia-sialah seluruh amalan seorang muslim jika ia melakukan kesyirikan. Allah Ta’ala berfirman,“…Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al- An’am: 88)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar