FIRMAN ALLAH
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَقْرَبُوا الصَّلاَةَ وَ أَنْتُمْ سُکَارَی حَتَّی تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ وَ لاَ جُنُبًا إِلاَّ عَابِرِيْ سَبِيْلٍ حَتَّى تَغْتَسِلُوْا وَ إِنْ کُنْتُمْ مَرْضَی أَوْ عَلَی سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْکُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَاء فَلَمْ تَجِدُوْا مَاءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِکُمْ وَ أَيْدِيْکُمْ إِنَّ اللهَ کَانَ عَفُوًّا غَفُوْرًا
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendekati shalat sedangkan kalian dalam keadaan mabuk sehingga kalian mengetahui apa yang sedang kalian katakan dan juga ketika kalian dalam keadaan junub sehingga kalian mandi kecuali jika kalian sedang bepergian. Dan jika kalian dalam kondisi sakit atau berpergian, salah seorang dari kalian datang dari buang hajat, atau menyentuh kaum wanita, lalu kalian tidak menemukan air, maka bertayammumlah dengan menggunakan tanah yang suci. Usaplah sebagian wajah dan tangan kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf nan Pengampun". (Q.S. An-Nisâ` [4]: 43)
مِنْ نَوَاقِضِ الْوُضُوءِ عِنْدَ جُمْهُورِ الْفُقَهَاءِ (
الْمَالِكِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ ) لَمْسُ الرَّجُل
الْمَرْأَةَ وَعَكْسُهُ دُونَ حَائِلٍ . لِقَوْلِهِ تَعَالَى : { أَوْ
لاَمَسْتُمُ النِّسَاءَ } (3) ….
وَقَال الْحَنَفِيَّةُ : لاَ يَنْتَقِضُ الْوُضُوءُ بِمَسِّ
الْمَرْأَةِ وَلَوْ بِغَيْرِ حَائِلٍ ؛ لِمَا رُوِيَ عَنْ عَائِشَة
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَبَّل بَعْضَ نِسَائِهِ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلاَةِ وَلَمْ
يَتَوَضَّأْ (3) . وَقَالُوا : إِنَّ الْمُرَادَ مِنَ اللَّمْسِ فِي
الآْيَةِ الْجِمَاعُ ، كَمَا فَسَّرَهَا ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُ (4) .
__________
(3) سورة النساء / 43 .
(3) حديث عائشة : " أن النبي صلى الله عليه وسلم قبل بعض نسائه ثم خرج
إلى الصلاة ولم يتوضأ " . أخرجه الترمذي ( 1 / 133 - ط الحلبي ) ، وقال
الزيلعي : " وقد مال أبو عمر بن عبد البر إلى تصحيح هذا الحديث " . نصب
الراية ( 1 / 72 - ط المجلس العلمي ) .
(4) الاختيار لتعليل المختار 1 / 10 ، 11 .
“Termasuk hal membatalkan wudhu menurut mayoritas ulama fiqh
(Malikiyyah, Syafiiyyah dan Hanabilah) adalah persentuhan kulit antara
laki-laki dan wanita tanpa adanya penghalang berdasarkan firman Allah
“Atau kamu telah menyentuh perempuan” (QS. 4:43).
Namun menurut kalangan Hanafiyyah persentuhan kulit antara
laki-laki dan wanita meskipun secara langsung dan tanpa adanya
penghalang tidak membatalkan wudhu berdasarkan hadits riwayat dari
‘Aisyah ra “Rosulullah shallallaahu ‘alaihio wasallam mencium sebagian
istrinya kemudian keluar menjalankan shalat tanpa berwudhu” (HR.
Turmudzi I/13)
Menurut kalangan Hanafiyyah maksud ayat “menyentuh perempuan” dalam
surat an-Nisaa yang membatalkan diatas adalah bersenggama seperti
penafsiran Ibnu ‘Abbas ra. (KITAB al-Ikhtiyaar Li ta’liil alMukhtaar
I/10-11)
IJMA' JUMHUR ULAMA MENYENTUH KAUM WANITA
Selasa, 05 November 2013 | 0 komentar
Related Games
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar